Undangan terbuka untuk guru pemikir

 
Para guru di Indonesia yang kami hormati.

Pada awal merintis blog Arah Guru ini, saya sebagai pengelola memiliki cita-cita besar untuk membuat situs berisi resensi blog yang dikelola oleh para guru untuk kepentingan memajukan pendidikan di Indonesia. Lebih jauh, situs berisi blog yang direkomendasikan untuk pendidikan. Alhamdulilah memang setelah menyelusuri sejumlah blog guru, ada beberapa di antaranya yang dikelola dengan baik. Namun menurut saya, tetap saja blog-blog yang ada tersebut belum memenuhi ekspektasi saya menyangkut blog dari guru yang mampu mempercepat proses pengajaran di sekolah. Maklum, rata-rata blog masih berisi catatan harian kegiatan atau opini ringan.

Saya membayangkan bahwa melalui keajaiban teknologi blog, sejumlah guru mulai terdorong terlibat secara aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat proses pengajaran di sekolah. Saya tidak berharap terlalu banyak pada guru kebanyakan — yang mungkin masih berkutat dengan masalah-masalah basic need dan tak sempat memberikan kontribusinya untuk dunia pendidikan yang lebih substansial dan fundamental.

Namun kepada para guru — yang juga pemikir, saya mengajak untuk membuat blog pendidikan. Apa sebetulnya yang dibutuhkan Indonesia dari para guru pemikir? Salah satu aspek yang bisa mulai digarap, menurut saya, aspek metodologi pengajaran. Contohnya, metode pengajaran membaca huruf Arab (Quran) yang efektif. Di sini kita bisa menulis efektivitas metode Iqra’ dari Jogja. Tentu di luar itu, masih banyak aspek yang bisa digarap.

Demikian para guru yang kami hormati. Semoga ajakan ini memperoleh sambutan yang antusias dari para guru — demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Kelik M. Nugroho

Penulis, jurnalis, pengelola blog Arah Guru, yang pernah menjadi editor buku Pemimpi Perubahan: PR untuk Presiden RI 2004-2009, terbitan Kotakita Press, 2004, yang berisi kumpulan artikel 22 intelektual muda terkemuka di Indonesia.


Iklan

14 comments so far

  1. kangguru on

    ALhamdulillah sudah ada resensi blog guru, turut berbahagia dan semoga banyak manfaat terutama bagi guru,
    Salam kenal

    Kangguru

    Tanggapan:
    Terima kasih kepada pengelola blog Kangguru yang telah berkunjung ke blog Arah Guru.
    Sampaikan informasi tentang blog Arah Guru melalui tautan (blogroll) dalam blog Anda.
    Terima kasih atas kerjasamanya.

    Pengelola blog Arah Guru

  2. ahliswiwite on

    Salam, semoga dengan adanya blog guru.memberikan motivasi dan wawasan yang sangat berpotensi untuk membangun agar pendidikan di indonesia lebih maju.amin
    salam kenal dari ahlis widiyanto, semoga sukses
    wasalam.

  3. ahliswiwite on

    saya ijin me-link blog ini.trimakasih
    (ahliswiwite.wordpress.com)

    Jawaban:
    Silakan mas Ahlis. Terima kasih atas dukungannya.

    Kelik M. Nugroho

  4. leksa on

    Mas, ijin mengelink,..
    karena ini yang saya dan rekan2 cari dalam komunitas kami 🙂

    Jawaban:
    Silakan menge-link. Salam untuk teman-teman anda.

    KMN

  5. wahyudi on

    salam kenal . blok anda sangat bagus selalu di baca ratusan orang tiap hari.

    Tanggapan:
    Terima kasih atas kunjungan anda di blog Arah Guru. Laporan anda bahwa blog ini dibaca ratusan orang tiap hari
    cukup membesarkan hati kami. Terima kasih.

    Pengelola Arah Guru

  6. sarwoedi on

    Salam kenal,
    Blog anda berguna untuk mengintip blog teman-teman guru, maklum saya pemula jadi harus banyak mencari pembanding.
    Kalau sempat mampir ke blog saya dan beri masukan agar bisa terus saya benahi.

    Salam
    http://sarwoedi.wordpress.com

  7. Setiawan on

    Suatu hari saya sempat ngobrol ngalor ngidul dengan rekan sejawat tapi beda profesi. Dia seorang Supervisor di Perusahaan BUMN Penjual Pupuk. Dari obrolan ringan, berlanjut menjadi obrolan sedikit serius seputar honor yang kami terima,

    “Denger-denger kamu ngajar ya, Di?” Tanya Haris membuka obrolan.

    “Iya, nih! Cuma ngajar 12 jam per minggu doang kok!” Jawabku agak seret.

    “Mayan dong, sebulan bisa 48 jam dikali berapa? Rp.15K,-? Jadi Rp.720K ya?” Kata temenku menganalisa.

    “Ngawur kamu!! Kalo gitu itungannya, enak gua Ris!! Gajiku itu cuma RP.180.000,-!!” Kataku menjelaskan. “Tadinya aku pikir begitu, tapi ternyata 12 jam itu itungan sebulan, meski pada kenyataannya kita tiap hari mengerjakan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan profesi kita, tetep aja gajiku segitu…”

    “Murah banget! Katanya jadi guru kesejahteraannya udah meningkat?”

    “Itu Guru PNS, Ris. Guru Honor mah jadi kuli!! Yah, jangan salahkan kalo guru honor kerjanya setengah hati. Yang PNS aja banyak yang males-malesan. Gimana gak setengah hati Ris? Dia harus ngebut cari objekan lain, termasuk aku. Makanya aku masih mo nerima job ‘kan Ris, meski statusku disebut Guru..” Jelasku panjang lebar.

    “Wah, susah juga ya? Tapi kenapa guru honor sepertimu gak langsung ciao aja, cari kerjaan lain kek, apa kek, yang lebih menghargai skill kamu? ” Tanya Haris memancing opini.

    “Banyak faktor Ris yang menyebabkan guru atau tenaga honorer lainnya tetep begini. Pertama, mungkin karena gak ada kerjaan lain, kedua, bisa jadi gak punya keahlian lain buat ngobjek, terakhir bisa jadi karena hutang budi karena disekolahkan ke jenjang lebih tinggi..” kataku, “Untuk kasusku, masih mending Ris, aku masih memiliki pekerjaan sampingan, memiliki keahlian yang bisa aku manfaatkan jadi duit, sehingga profesi guru dengan gaji kecilpun tetep aku jabanin..”

    “Di, untuk kasusmu mungkin pengecualian, tapi gak semua guru bisa seperti kamu ‘kan?” tanya Haris sambil menyeruput Kopinya.

    “Bener Ris, oleh sebab itu jadi guru itu butuh keiklasan. Tapi harga sebuah keiklasan dan pengabdian ternyata murah sekali. Padahal guru itu memiliki tanggungjawab yang sangat besar, dipundak mereka dipikul harapan banyak orang, banyak orang Ris..!! harga yang tak sepadan dengan beban yang harus ditanggung!” Jelasku panjang lebar kembali.

    “Kamu udah berapa lama jadi guru honor Di?” Tanya Haris.

    “Baru 4 bulan Ris. Mungkin aku gak lama lagi jugs ciao..Mo ngumpulin duit dulu. Entar kalo memang nasibnya jadi guru, pasti jadi guru ‘kan Ris. Tapi guru yang PNS. Minimal ngobjeknya dikurangi kalo dah PNS” Jawabku diplomatis.

    “Yang penting, gimana caranya dapur tetap ngebul, ngajar tetep jalan, meski gak optimal. Kalo gitu kapan dung pendidikan kita mo maju kalo begini..?” kata haris seperti bertanya pada diri sendiri.

    “Kapan-kapan Ris, kapan-kapan..” Jawabku enteng.

    Bisa dijadikan resensi pak? Karena dengan ngeblog, kita jadi tahu bahwa masih banyak, bahkan sangat banyak guru yang tidak dihargai secara proposional, gimana mo profesional.? *

    Tanggapan:
    Terima kasih atas kunjungan anda ke blog Arah Guru. Pengelola blog ini mengajak para guru untuk bersikap positif terhadap kondisi apa pun di lingkungan dunia pendidikan, dengan cara melakukan aksi nyata yang bermanfaat.

  8. Rachma on

    Assalamu’alaikum,
    Pak Kelik dimana saya bisa menghubungi Anda via japri? Saya tertarik untuk mengundang Anda untuk berbicara soal blog guru untuk guru2 di sekolah saya

    Wassalam,
    Rachma

    Tanggapan:
    Nomor hp fleksi saya: 021-70292890.
    Terima kasih atas kunjungan anda ke blog ini.

  9. epiet on

    salam kenal pak dari guru Indonesia
    kapan2 mampir ke blog saya ya. Saya yang masih awam tentang blog mohon masukkannya.

  10. eNPe on

    salam kenal kepada pengelola arah guru.
    saya ijin masukan link ini ke blog saya..
    saya baru belajar jadi guru n ngeblog.
    sukses selalu…
    thx

  11. puada on

    Salam, Selamat ya atas dibukanya forum unjuk pendapat yang positif,cerdas dan kreatif. Saya menghaturkan selamat dan semoga sukses para guru berkembang terus.

  12. AGUPENA Jawa Tengah on

    Bagus. Kami dukung penuh

  13. isronax on

    Mas,Om, Pak, Boss Kelik hehe h ehe
    Walah saya itu baru aja buka blog saya eee taunya ada link nyempil “outside link”, senang sekali bisa ketemu walau lewat blog.

    sependapat dengan harapan Om kelik, perlunya blog yang berisi tentang pengembangan pendidikan, pengajaran, yang bisa melakukan percepatan peningkatan pembelajaran secara online.

    Saya malah melihat web/blog dari negara maju telah menampilkan model seperti yang diharapkan, siapa tahu kita bisa membangunnya suatu ketika.

    salam hangat dulu deh

  14. M. Amin Rohman (AmRo) on

    saya seorang guru….saya suka bingung kalau mendengar keluh kesah guru, selalu yang di keluhkan masalah honor baik pns maupun honorer…..tapi masalah pendidikan sebagai seorang guru jarang jadi pembicaraan utama mungkin perbandingannya 1:10 (itu di sekolah tempat saya mengajar).
    dulu sebelum pns yang dibicarakan masalah honor kecil, setelah pns yang dibicarakan kenaikan gaji dan kenaikan pangkat.
    tanggung jawab guru sangatlah besar, tapi sering juga tanggung jawab yang besar tidak diimbangi dengan kerja yang besar pula…..makanya jangan heran ketika kita melihat para pejabat yang di sumpah sekalipun masih berani untuk melanggar sumpahnya, atau kalau kita lihat dilingkungan kita, banyak pemuda-pemuda penganguran, nongkrong-nongkrong, mabuk-mabukan, nyolong, nyopet, dsb.
    bukankah itu seharusnya tugas seorang guru mendidik generasi bangsa????????
    generasi muda bangsa adalah tanggung jawab pendidik, sering saya heran, ada beberapa terjadi disekolah-sekolah yang katanya bonafit….mengeluarkan siswa yang nakal, dimana sebenarnya peran pendidik di situ? bukankah tanggung jawab pendidik, mendidik anak muda menjadi terdidik dan terlatih???? kalau anak diputus sekolahkan, itu artinya menutup masa depan dia untuk memperbaiki diri.

    saya bercermin dari filosofi guru “kalau murid berhasil belum tentu karena gurunya, tapi kalau murid gagal seorang guru harus bercermin”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: