Guru dan Revolusi Blog

Sejumlah guru di Indonesia kini tak hanya bisa ditemui di ruang kelas. Mereka bisa ditemui di mana saja, kapan saja – seperti bunyi iklan klasik Coca Cola. Maklum, sebagian guru kini mulai membuka pintu komunikasi melalui blog di ruang mayantara (cyberspace). Di blog-blog itulah, siapa saja bisa membaca artikel, laporan peristiwa, informasi kegiatan atau catatan harian para guru pengelola blog. Atau mengomentari secara bebas pikiran-pikiran si guru. Bagi para murid – yang belum memiliki komputer pribadi — yang ingin mengetahui hal ihwal para guru blogger, mereka tinggal mengakses informasi di internet melalui warung-warung internet.

Di antara sejumlah guru blogger tersebut antara lain Deni Triwardana, staf pengajar di SMK Negeri 3 Jakarta; Murni Ramli, guru di dua sekolah – Islamic Boarding School – yang berlokasi di Bogor dan kini sedang mengambil program PhD di Jepang; Dedi Dwitagama, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan 3 Jakarta Pusat. Ada juga blog yang dikelola atas nama lembaga Dewan Pendidikan Jakarta Pusat, atau blog yang dikelola oleh seorang konsultan pendidikan.

Apakah blog itu? Blog (dari web log) adalah sebuah website di mana masukan (entries) ditulis dalam bentuk kronologis dan umumnya tertayang di layar berurutan secara terbalik. Blog menyajikan komentar atau berita tentang subyek khusus seperti makanan, politik, atau peristiwa lokal; beberapa fungsinya lebih sebagai buku harian online. Umumnya blog merupakan kombinasi antara teks, gambar, juga video, dan bertaut dengan blog lain, situs, lain atau media lain yang topiknya terkait. Kemampuannya untuk menampung komentar dari pembaca dalam bentuk interaktif menjadi bagian penting dari banyak blog.

Jumlah blog hingga Mei 2007 menurut mesin pencari Technorati ditaksir lebih dari 71 juta blog. Pertumbuhan jumlah blog yang pesat ini, karena pembuatan blog tak seperti situs atau portal yang membutuhkan biaya. Blog ini bisa dibuat secara gratis melalui layanan peranti lunak (software) gratis di internet seperti – yang populer – wordpress.com atau blogspot.com. Prosedurnya gampang banget, bahkan anak Sekolah Dasar pun bisa membuatnya. Caranya, buka saja situs wordpress.com lalu mulailah mengklik tombol start blogging. Dan Anda akan dipandu hanya dalam tiga langkah, dan selesai. Semudah itu.

Kehadiran para guru blogger ini tentu fenomena baru dalam dunia pendidikan. Berkah atau ancamankah keterlibatan guru dalam dunia perblogingan? Gejala bloging-ria adalah gejala baru, tak hanya di kalangan pendidik, juga kalangan umum. Mengkhawatirkan kehadiran blog sama saja dengan mengkhawatirkan kehadiran internet. Semuanya tergantung moralitas penggunanya.

Tentu keterlibatan para guru di dunia bloging patut diapresiasi. Persentuhan para guru dengan teknologi internet saja sudah hebat, apalagi mereka mau menggunakan blog untuk kepentingan pendidikan seperti yang dilakukan Deni Triwardana dari SMK 3 Jakarta dan kawan-kawan. Perlu diketahui bahwa Pak Guru Deni tak hanya rajin menulis di blog, dia juga aktif menularkan demam blog ke koleganya melalui pelatihan. Kini mayoritas koleganya berblog-ria.

Para guru yang berblog-ria ini menerbitkan harapan positif, karena hal itu menunjukkan bahwa mereka peka pada perubahan dan kemajuan. Blog merupakan tren baru dalam komunikasi virtual. Majalah Time edisi akhir tahun 2006 yang berjudul The Person of the Year: You menobatkan tokoh tahun 2006 adalah Anda semua. Maksudnya, ya individu-individu sekarang bisa menjadi “pahlawan” dengan cara masing-masing – melalui ruang mayantara. Itulah revolusi melalui blog. Hanya, harus dipikirkan agar pemanfaatan blog ini bisa berefek positif dan ekstensif untuk pendidikan. *

 

 

 

 

Iklan

1 comment so far

  1. suparlan on

    ya, dalam era TI guru harus memiliki kompetensi dalam bidang ini. Sebagai contoh, Malaysia punya proyek raksasa yang dikenal dengan MSC (Multimedia Super Corridor), yang salah satu flagshipnya adalah Sekolah Bestari atau Smart School. Konsepnya OK dan sangat matang. Mereka telah memiliki puluhan bahkan ratusan Sekolah Bestari. Tentu dengan guru yang telah dilatih dalam kemampuan pembelajaran dengan menggunakan TI ataupun ICT. Bagaimana dengan kita?
    Salam,
    Suparlan, mantan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: