<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arah Guru</title>
	<atom:link href="http://arahguru.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arahguru.wordpress.com</link>
	<description>Resensi blog guru</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Aug 2010 03:29:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arahguru.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Arah Guru</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arahguru.wordpress.com/osd.xml" title="Arah Guru" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arahguru.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Paradigma Baru Orkestrasi Birokrasi</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2010/08/09/paradigma-baru-orkestrasi-birokrasi/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2010/08/09/paradigma-baru-orkestrasi-birokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 03:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Diknas]]></category>
		<category><![CDATA[Ella Yulaelawati]]></category>
		<category><![CDATA[KAT]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Kesra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[*) Kolom Kelik M. Nugroho, wartawan Tempo ini diambil dari Koran Tempo, 4 Agustus 2010 Paradigma Baru Orkestrasi Birokrasi Peristiwa penting terjadi di Desa Sungai Kijang, Kecamatan Ra-was Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, 3 Agustus 2010. Sejumlah pejabat teras dari 11 kementerian yang dipimpin Kementerian Sosial dan kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat berkunjung ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=37&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*) Kolom Kelik M. Nugroho, wartawan Tempo ini diambil dari Koran Tempo, 4 Agustus 2010</p>
<p><strong>Paradigma Baru Orkestrasi Birokrasi</strong></p>
<p>Peristiwa penting terjadi di Desa Sungai Kijang, Kecamatan Ra-was Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, 3 Agustus 2010. Sejumlah pejabat teras dari 11 kementerian yang dipimpin Kementerian Sosial dan kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat berkunjung ke desa yang dihuni 252 jiwa dari suku Anak Dalam, komunitas adat terpencil yang dikenal hidup nomaden. Sebagian orang menyebut mereka suku Kubu. Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti, sebagai tuan rumah, menjadi pemain utama dalam program lintas kementerian untuk memberdayakan masyarakat terpencil tersebut.</p>
<p>Kunjungan para pejabat itu dinilai sebagian masyarakat lokal sebagai &#8220;asek mimpi&#8221;, mengutip suara polos ibu-ibu setempat. Maklum, Desa Sungai Kijang berjarak 120 kilometer dari Kabupaten Musi Rawas. Jarak itu harus ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil. Untunglah, akses jalan yang beraspal mulus telah dibangun pemerintah setempat. Desa itu niscaya terpencil, karena Kabupaten Musi Rawas sendiri berjarak 7 jam perjalanan dengan kereta api dari Ibu Kota Palembang. Betapa jauh itu dari Jakarta. Jadi, bila sapaan Jakarta itu dinilai sebagai mimpi, bukan hal yang mengada-ada.</p>
<p>Acara di Musi Rawas itu terdiri atas tiga bagian. Pertama, paparan program dari tiap kementerian. Dalam hal ini, sebagian ada yang konkret dengan peluncuran program yang bernilai miliaran rupiah, namun ada sebagian yang lain memaparkan program yang umum-yang sebetulnya be-lum terfokus untuk penanggulangan kemiskinan di komunitas adat terpencil. Kedua, pengisian matriks yang berisi program (termasuk cost sharing) dan pelaksananya. Agenda ini usulan dari kantor Menko Kesra yang langsung direspons oleh Bupati Musi Rawas dengan rapat penyusunan matriks yang dilakukan secara &#8220;begadang semalam&#8221;. Ketiga, kunjungan ke lokasi komunitas adat terpencil dengan peluncuran program dan pengucuran dana secara simbolis.</p>
<p>Bupati Musi Rawas menilai program lintas kementerian itu merupakan paradigma baru kerja sama antarbirokrasi. Tentu, yang dimaksudkan, kerja sama birokrasi horizontal antarkementerian dan kerja sama birokrasi vertikal pusat-daerah. Maklum, selama ini masih banyak program pembangunan yang dilakukan secara parsial, karena adanya ego sektoral dari tiap lembaga.</p>
<p>Tentu ada penyebab lain, yakni keterbatasan anggaran dari sebagian kementerian. Contohnya kendala yang dihadapi kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, yang seperti diakui oleh pejabatnya sendiri melalui seloroh, bahwa kantor Menko Kesra ibarat &#8220;pohonnya tinggi tapi buahnya jarang&#8221;. Karena itu, dalam hal ini apresiasi perlu diberikan ke Kementerian Pendidikan Nasional, melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Non-Formal dan Informal, yang telah merintis &#8220;orkestrasi&#8221; lintas kementerian ini dan memiliki komitmen untuk &#8220;cost sharing&#8221;.</p>
<p>Masalah lain adalah masih kuatnya egosektoral dari bupati atau wali kota yang menjadi penguasa lokal yang salah menggunakan kekuasaannya, karena adanya bias dalam menerapkan konsep otonomi daerah. Dalam prakteknya di lapangan, otonomi daerah telah banyak disalahtafsirkan dengan memilih pejabat di dinas tertentu &#8220;semau bupati&#8221;. Contohnya, ada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi yang dijabat oleh orang yang menjalani karier sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Kesalahan penerapan konsep otonomi daerah semacam inilah yang bisa menye-rimpung kerja sama birokrasi vertikal pusat-daerah. Di sinilah contoh yang dilakukan Bupati Musi Rawas yang merespons &#8220;sapaan&#8221; pusat menemukan relevansinya.</p>
<p>Semoga nantinya sinergi lintas kementerian dan birokrasi vertikal ini bisa dijadikan model untuk melancarkan program mempercepat penanggulangan kemiskinan pada komunitas adat terpencil. Maklum, penanganan masyarakat terpencil ini tak semudah menangani masyarakat di daerah-daerah normal pada umumnya. Dalam kasus masyarakat suku Anak Dalam, penanganan masalah itu dilaporkan begitu kompleks. Mereka memiliki cara hidup yang unik, yaitu berpindah-pindah. Program-program nasional tak .serta-merta bisa diterapkan di masyarakat ini. Misalnya, pembangunan perumahan untuk mereka. Ada aspek-aspek adat lokal yang membuat program perumahan itu bisa mubazir karena mereka belum memiliki konsep hidup yang menetap. Itu hanya salah satu aspek.</p>
<p>Di sinilah relevansi peluncuran programpembangunan yang lintas kementerian dan komprehensif. Tapi, siapkah setiap kementerian? Tampaknya belum semua, seperti yang bisa dibaca dari paparan pejabat yang mewakili kementerian tersebut. Tak semuanya siap dengan program yang terfokus untuk komunitas adat terpencil. Agar program lintas kementerian itu terarah, harus dipikirkan aspek-aspek berikut ini. Pertama, jangan terlalu berambisi dengan melancarkan semua program secara serempak. Misalnya termasuk pembangunan jalan. Salah-salah jalan itu malah bisa berefek kontraproduktif. Kedua, tak ada salahnya melancarkan program yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, yang karena itu bersifat jangka panjang. Harus disusun prioritas dan tahapan pembangunan, agar program-program bisa efektif dan tak mubazir. *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=37&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2010/08/09/paradigma-baru-orkestrasi-birokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TBM@MAL</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2010/05/25/tbmmal/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2010/05/25/tbmmal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 09:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ella Yulaelawati]]></category>
		<category><![CDATA[TBM@MAL]]></category>
		<category><![CDATA[Mendiknas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[TBM@MAL Kelik M. Nugroho, WARTAWAN TEMPO Sumber: Rubrik Ide, Koran Tempo, 2 Mei 2010. Sekitar 12 taman bacaan masyarakat kini hadir di sejumlah pusat belanja di Jakarta, Serang, dan Bandung. Di tempat ini, masyarakat bisa duduk di kursi-kursi nyaman sembari membaca buku secara gratis. Atau juga sembari menyeruput minuman kopi&#8211;yang dipesan dari kafe sebelah. Suasana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=32&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TBM@MAL</strong></p>
<p>Kelik M. Nugroho, WARTAWAN TEMPO</p>
<p>Sumber: Rubrik Ide, Koran Tempo, 2 Mei 2010.</p>
<p>Sekitar 12 taman bacaan masyarakat kini hadir di sejumlah pusat belanja di Jakarta, Serang, dan Bandung. Di tempat ini, masyarakat bisa duduk di kursi-kursi nyaman sembari membaca buku secara gratis. Atau juga sembari menyeruput minuman kopi&#8211;yang dipesan dari kafe sebelah. Suasana taman bacaan mirip kafe, atau toko buku, atau tempat bermain anak (<em>kid corners</em>).</p>
<p>TBM@MAL, yang dibangun Kementerian Pendidikan Nasional, adalah sebuah konsep tempat dan kegiatan untuk mensosialisasi kegemaran membaca buku, yang disesuaikan dengan psikologi pengunjung pusat belanja, khususnya mal. TBM adalah taman bacaan masyarakat mirip perpustakaan, tapi memiliki konsep lebih, yaitu mendatangkan suasana rekreatif.</p>
<p>TBM@MAL sebetulnya tak memiliki konsep jadi. Dalam tataran konsep, TBM@MAL memperoleh penafsiran dari beberapa pendukungnya. Ada yang menafsirkan bahwa TBM@MAL haruslah menghadirkan suasana fun(senang), berdesain interior funky, serta menyediakan buku-buku instan dan bergambar. Lalu ada yang mengusulkan agar TBM@MAL memberikan fasilitas bermain untuk anak (kids corner), panggung ekspresi, dan lain-lain. Dalam penerapannya di lapangan, dipastikan bentuknya menjadi variatif.</p>
<p>Sebagai sebuah ide, TBM@MAL unik dan baru. Di luar negeri, banyak mal dilengkapi dengan perpustakaan. Di Filipina, toko-toko buku di mal menyediakan tempat duduk, juga kafe, bagi pengunjung untuk membaca buku&#8211;kalau tak malu&#8211;secara gratis. Di Singapura, ada mal yang menyediakan perpustakaan cukup besar dan keren. Di Indonesia? Sekarang inilah dibangun taman bacaan masyarakat, suatu ruang baca buku yang bukan sekadar perpustakaan.</p>
<p>Kebutuhan akan sarana pendidikan ini memperoleh pembenarannya melalui hasil penelitian untuk skripsi karya Inca Agustina yang berjudul “<em>Gambaran Gaya Hidup Remaja yang Memiliki Keterlibatan Tinggi terhadap Shopping Mall</em>” (Penerbit: Unika Atma Jaya, tahun 2005), yang menunjukkan fakta-fakta sebagai berikut.  Bahwa remaja didapati menjadi pengunjung mal terbesar dibandingkan dengan kelompok usia lain, karena remaja memiliki waktu luang lebih banyak. Bahwa bagi remaja, mal menjadi sarana rekreasi di mana mereka dapat memenuhi kebutuhan dengan bersosialisasi dengan teman, menikmati fasilitas hiburan, atau hanya melihat-lihat pemandangan dalam mal tersebut. Bahwa walaupun mal memberi banyak pengaruh positif terhadap remaja, sering kali terdapat pandangan negatif bahwa remaja yang sering berkunjung ke mal adalah remaja yang kurang peduli sosial, hanya mempedulikan penampilan fisik, dan konsumtif.</p>
<p>Dari hasil penelitian ini, didapati tiga tipe gaya hidup, yakni &#8220;self-centered&#8221;, &#8220;super-active&#8221;, dan &#8220;passive&#8221;, dengan subyek terbanyak berada pada tipe gaya hidup &#8220;Super-Active&#8221; (63,2 persen). Kesimpulan dari penelitian ini, sebagian besar remaja yang memiliki keterlibatan tinggi terhadap mal juga memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia sekitarnya dan memiliki keinginan untuk berprestasi. Karena itu, para praktisi pemasaran mal yang target konsumennya adalah remaja harus menyediakan sarana dan fasilitas yang bersifat mendidik dan merangsang kreativitas agar mal tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi dan hiburan, namun juga menjadi sarana pendidikan.</p>
<p>Mal tampaknya bagian dari perkembangan kebutuhan masyarakat pascamodern yang niscaya. Ia mengalir, dan merangsek dalam kehidupan kita seperti kehadiran telepon genggam dan Internet di rumah kita. Kita tak bisa melawannya secara frontal. Yang bisa kita lakukan adalah menghindari dampak negatif dari poros-poros yang mempengaruhi peradaban kita di masa depan.</p>
<p>Pemikir dan filsuf media Jean Baudrillard sudah lama membaca gejala sosiologi baru masyarakat konsumen ini melalui buku-bukunya. Teorinya untuk membaca sosiologi baru ini adalah teori hiperrealitas. Untuk menjelaskannya, saya akan mengutipkan saja pengertian hiperrealitas seperti ditulis Madan Sarup dalam buku <em>Pos-strukturalisme dan Pos-modernisme, Sebuah Pengantar Kritis </em>(Penerbit Jendela, 2003).  Hiperrealitas adalah kondisi baru ketika ketegangan lama antara realitas dan ilusi, antara realitas sebagaimana adanya dan realitas sebagaimana seharusnya, hilang. Di masyarakat media dan konsumsi, orang terjebak dalam permainan citra, simulacra, yang semakin tidak berhubungan dengan yang di luar, “realitas” eksternal. Pada kenyataannya, kita hidup di dunia simulacra, di mana citra atau penanda suatu peristiwa telah menggantikan pengalaman dan pengetahuan langsung sebagai rujukan.</p>
<p>Mal tentu saja bagian dari arus ini. Sebuah frasa menarik tentang mal perlu dikutipkan di sini, yang sayang saya lupa sumbernya. Bahwa mal-mal yang berpenampilan menarik, dengan desain dan cat yang mencolok, menghidupkan kota bagai cahaya yang mampu menarik laron-laron terbang mengelilingi lampu yang bersedia jatuh dalam baskom berisi air sebagai perangkap untuk meniadakan mereka. Mal yang dapat menumbuhkan ideologi individualisme akan konsumsi memang bisa menjebak manusia pada nihilisme sebagai elemen kebenaran. Nah, di sinilah urgensi kehadiran TBM@MAL: sebagai filter terhadap konsumerisme. *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=32&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2010/05/25/tbmmal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan Melalui Membaca</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2010/01/17/perubahan-melalui-membaca/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2010/01/17/perubahan-melalui-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 06:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Baca]]></category>
		<category><![CDATA[Ella Yulaelawati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan Melalui Membaca Oleh: Kelik M. Nugroho, wartawan Tempo  Sumber: Koran Tempo, 16 Januari 2010  Change with Reading (CwR). Itulah tema serangkaian acara untuk menularkan budaya baca yang digelar di Rumah Dunia, Serang, organisasi non-pemerintah untuk pendidikan informal yang didirikan oleh pengarang Gola Gong, pada 9 Januari 2010. Bertujuan menyadarkan masyarakat akan betapa pentingnya membaca, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=26&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perubahan Melalui Membaca </strong></p>
<p>Oleh: Kelik M. Nugroho, wartawan Tempo</p>
<p> Sumber: Koran Tempo, 16 Januari 2010</p>
<p><em> Change with Reading</em> (CwR). Itulah tema serangkaian acara untuk menularkan budaya baca yang digelar di Rumah Dunia, Serang, organisasi non-pemerintah untuk pendidikan informal yang didirikan oleh pengarang Gola Gong, pada 9 Januari 2010. Bertujuan menyadarkan masyarakat akan betapa pentingnya membaca, acara itu diisi antara lain dengan pemilihan Duta CwR dari kalangan pelajar SMA se-Provinsi Banten, dan diskusi tentang budaya baca bersama pembicara antara lain Ella Yulaelawati  MA, PhD (Direktur Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional) dan Endang Eko Koswara (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten).</p>
<p><em>Change with Reading</em>, yang berarti perubahan melalui membaca, adalah tema yang memiliki pesan mendalam tentang pengaruh penting membaca untuk transformasi nilai, salah satunya dalam bentuk perubahan. Perubahan bisa berarti positif atau negatif. Dan tentu, dalam hal penularan virus budaya baca, pengertian perubahan itu adalah perubahan yang positif. Peristiwa pendidikan di Rumah Dunia ini, meskipun hanya diikuti sekitar 100 siswa SMA, tetaplah layak diapresiasi. Di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang budaya bacanya relatif masih rendah, segala upaya untuk mendongkrak budaya baca tentulah bernilai.</p>
<p>Budaya baca ini penting untuk ditekankan karena membaca merupakan salah satu pintu menuju perubahan dan pemberdayaan diri. Adapun kegiatan membaca, yang bisa ikut berperan dalam perubahan sosial, tak membedakan status sosial-ekonomi masyarakat. Sebuah studi yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development, OECD) melalui program yang disebut Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2006 menunjukkan bahwa remaja dari berbagai kalangan-termasuk dari latar belakang yang paling kurang mampu- dapat lebih cemerlang dari teman-teman sebaya mereka yang lebih kaya jika mereka secara teratur membaca buku-buku, surat kabar, dan komik di luar sekolah. Juga menurut laporan studi &#8220;Membaca untuk Perubahan &#8220;pada 2007, ditemukan secara signifikan bahwa mendorong membaca untuk kesenangan bisa menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mewujudkan perubahan sosial.</p>
<p> Temuan lain mengungkapkan bahwa siswa yang sangat terlibat dalam membaca terbukti secara signifikan dapat mencapai nilai di atas skor rata-rata internasional, terlepas dari apa pun latar belakang keluarga mereka. Hal ini membuktikan bahwa walaupun latar belakang sosio-ekonomi sangat berperan, bukan berarti dapat menjadi faktor dominan dalam memprediksi keterlibatan membaca bahan bacaan yang beragam. Penelitian juga menemukan bahwa ketersediaan bahan bacaan di rumah sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan membaca anak. Anak yang memiliki akses ke sejumlah besar buku cenderung lebih tertarik untuk membaca secara meluas.</p>
<p>Sayangnya, studi OECD-PISA pada 2006 menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia-mencapai skor 392- masih jauh di bawah kemampuan rata-rata negara-negara OECD, yang mencapai skor 492. Laporan menyangkut budaya baca masyarakat Indonesia ini hanyalah rangkaian riset kesekian yang masih menunjukkan bahwa budaya baca masyarakat Indonesia masih lemah. Karena itu, dalam hal kemampuan membaca ini, Indonesia harus melongok ke negara-negara lain yang mencapai skor tinggi. Siapa mereka? Skor tertinggi dipegang oleh Korea (556). Berikutnya adalah Finlandia (547), Hong Kong-Cina (536), Kanada (520), dan Selandia Baru (530).</p>
<p>Mengapa minat baca masyarakat di Indonesia dinilai masih rendah? Hari Karyono, dosen pascasarjana Universitas PGRI Adibuana Surabaya, yang pernah melakukan studi dalam hal ini, mengungkapkan sejumlah faktor (sumber libra-ry.um.ac.id, Oktober 2007). Antara lain, masih rendahnya kemahiran membaca siswa di sekolah. Hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya, dan 24,8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas, 2 Juli 2003).</p>
<p>Faktor lain, sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik), mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan, serta mengapresiasi karya-karya ilmiah, filsafat, sastra, dan lain sebagainya. Hal ini karena sistem pendidikan kita mengarah ke ujian akhir. Semua pelajaran ditujukan untuk menyiapkan siswa menghadapi ujian akhir. Alhasil, sedikit sekali rangsangan untuk membaca buku tambahan.</p>
<p>Faktor budaya juga berpengaruh. Budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng, kisah, dan adat-istiadat secara verbal yang di kemukakan orang tua. Anak-anak didongengi secara lisan. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. Jadi, sebagian masyarakat Indonesia tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan.</p>
<p>Faktor lain, kurangnya sarana untuk memperoleh bacaan, seperti perpustakaan atau taman bacaan. Hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat yang masih rendah. Minimnya koleksi buku di perpustakaan, serta kondisi perpustakaan yang tidak memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca pengunjung yang memanfaatkan jasa perpustakaan, juga menjadi faktor.</p>
<p>Yang perlu digarisbawahi, Hari Karyono menyebutkan bahwa faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat adalah belum adanya lembaga atau institusi yang secara formal khusus menangani minat baca. Program menumbuhkan minat baca hanya dilakukan secara sporadis oleh LSM, organisasi pencinta buku, organisasi penerbit, dan lain sebagainya, yang tidak terkoordinasi. Sehingga, walaupun potensi sumber daya manusianya ada, mereka belum menjadi kekuatan yang secara sinergis menjadi instrumen yang efektif untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia.</p>
<p>Kritik untuk pemerintah ini perlu didengarkan. Secara perundang-undangan, dorongan pemerintah untuk meningkatkan budaya baca sudah cukup memadai. Namun kritik Hari Karyono itu semoga segera menjadi masa lalu. Sebab, Direktorat Pendidikan Masyarakat sekarang ini melakukan berbagai gebrakan untuk mendongkrak budaya baca masyarakat, antara lain melalui upaya penerbitan Koran Ibu- program yang inovatif-yang bertujuan menjaga keberlanjutan kemampuan baca para aksarawan baru. Upaya lain, melalui pemberian penghargaan bagi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Taman Bacaan Masyarakat yang kreatif. Belakangan bahkan Taman Bacaan Masyarakat itu diharapkan tak hanya kreatif, tapi juga rekreatif alias mampu membuat masyarakat &#8220;bergairah hidup dan membaca&#8221;. Buku Panduan TBM kreatif pun telah diluncurkan. Persoalannya, semua program yang inovatif itu juga membutuhkan dukungan dan pengawasan masyarakat. Di sinilah sinergi antar-masyarakat, baik secara individu maupun organisasi semacam Rumah Dunia, perlu terus dikembangkan. *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=26&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2010/01/17/perubahan-melalui-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Q&amp;A Blog untuk Guru</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2008/03/12/qa-blog-untuk-guru/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2008/03/12/qa-blog-untuk-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 06:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[makalah blog untuk guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah internat Al Kausar, jalan Habib Desa Babakan Jaya, Parung Kuda, Sukabumi menyelenggarakan workshop pembuatan blog untuk guru dan staf intern sekolah tersebut pada 11 Maret 2008. Latihan kerja itu ditekankan pada masalah isi (konten) blog untuk guru. Pembicara: Kelik M. Nugroho, (jurnalis dan penulis yang mengelola blog resensi guru ARAH GURU). Referensi: Wikipedia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=25&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title>   	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	-->Sekolah internat Al Kausar, jalan Habib Desa Babakan Jaya, Parung Kuda, Sukabumi menyelenggarakan workshop pembuatan blog untuk guru dan staf intern sekolah tersebut pada 11 Maret 2008. Latihan kerja itu ditekankan pada masalah isi (konten) blog untuk guru. Pembicara: Kelik M. Nugroho, (jurnalis dan penulis yang mengelola blog resensi guru ARAH GURU). Referensi: Wikipedia dan lain-lain. Berikut ini isi makalahnya dalam bentuk pertanyaan dan jawaban.</p>
<p><b>Apa pengertian blog?</b></p>
<p>Blog (dari <i>web log</i>) adalah sebuah <i>website </i>di mana masukan (<i>entries</i>) ditulis dalam bentuk kronologis dan umumnya tertayang di layar berurutan secara terbalik. Blog menyajikan komentar atau berita tentang subyek khusus seperti makanan, politik, atau peristiwa lokal; beberapa fungsinya lebih sebagai buku harian <i>online</i>. Umumnya blog merupakan kombinasi antara teks, gambar, juga video, dan bertaut dengan blog lain, situs, lain atau media lain yang topiknya terkait. Kemampuannya untuk menampung komentar dari pembaca dalam bentuk interaktif menjadi bagian penting dari banyak blog.</p>
<p><b>Keunggulan blog?</b></p>
<p><i>Publishable</i> (langsung bisa tayang, tanpa sensor), <i>findable</i> (mudah ditemukan), <i>social network </i>(membuat jaringan sosial), <i>viral </i>(menyebar seperti getok tular tradisional), <i>syndicatable</i> (bisa dikelompokkan), <i>linkable</i> (bisa tersambung ke blog dan situs lain).</p>
<p><b>Bagaimana mencari penyedia layanan pembuatan blog?</b></p>
<p>Ada sejumlah penyedia layanan pembuatan blog (disebut <i>blog hosting service)</i> di internet. Mereka antara lain blogger.com, wordpress.com, dan sekarang ada yang dari Indonesia, yaitu dagdigdug.com. Mereka menyediakan software yang siap pakai dan gratis. Cara mengunduhnya pun hanya memerlukan tiga langkah. Yang penting anda memiliki alamat email.</p>
<p><b>Mengapa guru perlu membuat blog?</b></p>
<p>Senyampang membuat blog itu gratis dan gampang, maka blog adalah anugerah yang harus disyukuri manusia. Rasa syukur itu bisa diekspresikan dengan cara memanfaatkannya untuk kepentingan sosial. Guru yang membuat blog berarti telah menjadikan dirinya mahluk sosial yang lebih berarti. Bayangkan, misalnya seorang guru sejarah selama setahun mengajar untuk 50 anak. Dengan membuat blog, guru yang meletakkan naskah pelajaran sejarahnya di blog, pelajarannya akan dibaca oleh 3600 orang, bila diandaikan blognya dikunjungi 10 orang setiap harinya selama 360 hari. Artinya, secara kuantitas, ilmu blogger guru sejarah itu berarti untuk orang 72 kali lebih banyak dibandingkan bila ilmunya hanya diajarkan di ruang kelas saja.</p>
<p>Secara kualitatif, pengajaran melalui blog bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Mengapa? Karena blog ini peranti canggih yang dilengkapi dengan mesin pencari (<i>search engine</i>), mesin penghubung (<i>linkable</i>), dan peranti lunak untuk menampilkan gambar dan video, dan lain-lain. Guru yang mengajarkan pelajaran agama Islam, misalnya bisa menampilkan satu naskah pendek tentang sejarah Nabi Muhammad yang disambungkan ke <i>entries-entries</i> penting dari Wikipedia. Misalnya, menyebut Mekkah, lalu disambungkan ke <i>entries</i> Mekkah di Wikipedia. Dan lain sebagainya. Pendek kata, mengajar yang dilengkapi dengan blog guru akan lebih efektif, efisien, dan menghibur.</p>
<p><b>Persiapan sebelum membuat blog?<br />
</b><br />
Secara teknis, Anda hanya memerlukan sebuah alamat email. Kalau belum punya, silakan anda bikin ke Yahoo.com atau Google.Com. Anda hanya harus mengisi formulir berisi pertanyaan data pribadi anda. Semuanya gratis.</p>
<p>Persiapan materinya, ya cukup materi pelajaran yang selama ini Anda geluti dan kuasai saja. Dengan kerangka “<i>blogging mindset</i>”, kita insya Allah akan mengarah dengan sendirinya untuk mendesain isi blog agar semakin hari semakin cerdas.</p>
<p><b>Tema blog yang bisa ditulis?<br />
</b><br />
Sebetulnya tema blog yang bisa ditulis bisa bebas sekali. Cuma untuk kepentingan efektivitas pengajaran, tentu tema yang sebaiknya dipilih oleh guru sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing. Yang harus dipegang teguh dalam hal ini adalah tujuan membuat blog untuk pengajaran, yaitu agar proses transformasi pengetahuan dan nilai berlangsung secara efektif, efisien dan menyehatkan.</p>
<p><b>Keuntungan memiliki blog guru?</b></p>
<p>1. <i>Meningkatkan kompetensi.</i> Dengan mengelola blog, guru secara tidak langsung dituntut untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidangnya. Malu dong kalau muncul di layar internet yang bisa dibaca orang seluruh dunia eh kelihatan de bodornya.<br />
2. <i>Aktualisasi diri</i>. Dengan mengelola blog, secara psikologis guru terpenuhi salah satu kebutuhan psikologisnya, yaitu aktualisasi diri. Ada perasaan diakui orang lain dengan banyaknya kunjungan dan komentar di blog.<br />
3. <i>Panggung sosial</i>. Ini untuk tak mengatakan bahwa dengan membuat blog, otomatis nama seseorang akan lebih dikenal lebih luas dan lebih populer.<br />
4. <i>Pendapatan tambahan</i>. Banyak blog yang sekarang ini dikabarkan mampu menghasilkan uang dari para pemasang iklan.<br />
5. <i>Transformasi ilmu</i>. Tentu yang diuntungkan adalah para murid yang ingin menguasai ilmu secara lebih efektif, efisien dan menyehatkan.</p>
<p><b>Sekilas Arah Guru?</b></p>
<p>Blog Arah Guru dikelola secara pribadi oleh Kelik M. Nugroho, seorang jurnalis di Jakarta, sejak September 2007. Blog ini berisi resensi blog guru, dan bonus artikel. Blog guru yang dipilih disyaratkan paling tidak diperbarui setiap bulan. Jumlah posting: 13 resensi, 2 bonus artikel, 2 catatan harian, 26 komentar. Rata-rata pengunjung berkomentar positif. Blog ini hingga 10 Maret 2008 diklik 1590 kali. *</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;"><font face="Lucida Bright"><br />
</font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font face="Lucida Bright"><br />
</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=25&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2008/03/12/qa-blog-untuk-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nyanyi Sunyi Jurnalisme Perdamaian</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2007/12/13/nyanyi-sunyi-jurnalisme-perdamaian/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2007/12/13/nyanyi-sunyi-jurnalisme-perdamaian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 12:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme]]></category>
		<category><![CDATA[perdamaian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/2007/12/13/nyanyi-sunyi-jurnalisme-perdamaian/</guid>
		<description><![CDATA[Media massa di Indonesia pasca reformasi memasuki tahapan baru sebagai pers bebas, salah satu prasyarat untuk menjadi media yang profesional. Media massa di masa Orde Baru mengalami kendala untuk mewujudkan diri sebagai media yang profesional, karena salah satu syarat dasarnya belum terpenuhi, yaitu kebebasan untuk memperoleh informasi dan mewartakannya. &#160; Kondisi di mana media berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=23&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title>   	 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--><font color="#000000"><strong><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;"></span></strong></font><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;"></span></font></p>
<p><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Media massa di Indonesia pasca reformasi memasuki tahapan baru sebagai pers bebas, salah satu prasyarat untuk menjadi media yang profesional. Media massa di masa Orde Baru mengalami kendala untuk mewujudkan diri sebagai media yang profesional, karena salah satu syarat dasarnya belum terpenuhi, yaitu kebebasan untuk memperoleh informasi dan mewartakannya. </span></font><span id="more-23"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Kondisi di mana media berada di bawah kaki otoriterianisme kekuasaan, melemahkan media secara kuantitatif dan kualitatif. Pada masa Orde Baru, jumlah media massa masih bisa dihitung dengan jari, namun setelah reformasi 1998 seiring dengan lahirnya pemerintahan baru yang demokratis yang membebaskan penerbitan media, jumlah media langsung menggelembung. Namun sayangnya, kemajuan secara kuantitatif itu tak serta merta dibarengi dengan kemajuan kualitatif.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Bahkan banyak media yang menjadi penumpang gelap reformasi dan menyalahgunakan media. Mereka yang berselera rendah ikut-ikutan menerbitkan media yang menyajikan pornografi ringan sampai sedang. Banyak tabloid bergambar wanita cantik dengan busana setengah terbuka yang dijual secara bebas di tempat umum – yang memungkinkan anak-anak mengaksesnya. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Mereka yang beragama tetapi tak memiliki perspektif pluralisme menerbitkan media-media yang berisikan wacana keagamaan yang “mewartakan kebencian”. Media semacam ini ternyata pernah laku keras dan menduduki peringkat keterbacaan tinggi, bahkan lebih tinggi dari media seperti majalah Tempo. Media agama dari kalangan garis keras ini bisa dikategorikan pembonceng gelap kereta reformasi. Soalnya, mereka di masa Orde Baru tak pernah menampakkan batang hidungnya untuk berjuang dalam menciptakan pers bebas. Tapi begitu reformasi sukses, mereka bikin majalah yang bebas kebablasan.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><strong><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Masih krisis</span></strong></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Pasca reformasi hingga sekarang, Indonesia masih mengalami krisis ekonomi yang mengakibatkan krisis multi dimensi. Kondisi itu juga menerpa dan mempengaruhi perkembangan media. Jumlah media memang banyak, tapi hanya sedikit yang sehat. Menurut laporan Aliansi Jurnalis Independen dua tahun yang lalu, di Indonesia hanya ada tiga media yang bisa dinilai sehat. Kriteria sehat yang dimaksud, mampu menggaji wartawannya dengan layak. Standar kelayakannya berapa, tak perlu dibahas di sini.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Kesejahteraan wartawan adalah salah satu prasyarat untuk membangun media yang profesional. Sekarang media di Indonesia masih berada dalam tahap membangun media yang profesional ini. Kebanyakan media masih berkutat untuk mampu menghidupi dirinya sendiri dan karyawannya. Mereka yang masih bisa bernafas termasuk beruntung, maklum karena gaji bulanan kalah kencang larinya dengan argo inflasi dan harga kebutuhan pokok.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Krisis ekonomi itu juga berpengaruh pada atmosfer kompetisi antar media. Masing-masing media tentu saja berpikir sebagai mesin industri. Dalam kacamata industri, pasar adalah segalanya. Pasar adalah raja yang selalu diintip seleranya. Banyak media yang menjadi budak pasar, dan hanya sedikit yang bisa mengkompromikan antara tuntutan pasar dan mempertahankan idealisme. Dan dari yang sedikit ini, mereka kadang-kadang tergelincir untuk bertindak tidak profesional, akibat manajemen yang buruk. Manajemen yang buruk biasanya akibat dari tipisnya dompet. Lagi-lagi krisis ekonomi penyebabnya.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Apa hubungan antara latar ekonomi dan “kebatinan” media tersebut dengan jurnalisme perdamaian? Tentu saja antara keduanya sangat berhubungan. Profesionalisme media &#8212; yang telah menguasai masalah ekonomi dan manajemen yang buruk sebagai akibat krisis ekonomi &#8212; menurut saya prasyarat untuk merambah ke jurnalisme perdamaian. Hanya media profesionallah yang mampu mengembangkan jurnalisme perdamaian. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Bagaimana tidak. Jurnalisme perdamaian &#8212; yang menuntut produk berita dari wilayah konflik atau perang tapi tetap berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan &#8212; niscaya membutuhkan modal yang lebih bagi wartawannya. Modal yang lebih itu antara lain wawasan, kematangan pribadi, kesehatan yang prima, ketekunan dan kegigihan untuk memperoleh informasi yang berimbang dari banyak sumber dan lain-lain. Jadi, secara “biaya”, jurnalisme perdamaian tentu lebih mahal. Jurnalisme yang mahal ini hanya bisa diapresiasi oleh media yang profesional.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;"><font color="#000000">Secara paradigma, jurnalisme perdamaian hanya dilakukan oleh media-media yang berpikir “beyond” jurnalisme klasik. Dalam jurnalisme klasik, tugas wartawan adalah “melaporkan fakta apa adanya.” Fungsi media hanya menjadi cermin realitas. Bagi para pendukung jurnalisme perdamaian, pemaparan fakta-fakta saja tak mencukupi. Fakta-fakta itu membutuhkan cara pandang yang jernih (<em>eyes bird view</em>) sebelum disampaikan ke publik. Cara pandang yang jernih itu dihasilkan dari terkumpulnya data-data yang akurat dan memadai menyangkut akar konflik.</font></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Dalam buku <em>Jurnalisme Damai, Bagaimana Melakukannya</em> karya Annabel McGoldrick dan Jake Lynch (Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, 2002), jurnalisme damai – demikian istilah buku ini – didefinisikan secara umum: melaporkan suatu kejadian dengan bingkai (frame) yang lebih luas, yang lebih berimbang dan lebih akurat, yang didasarkan pada informasi tentang konflik dan perubahan-perubahan yang terjadi. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Sejarah</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Adalah Johan Galtung, profesor studi perdamaian, yang pertama kali menggunakan istilah jurnalisme damai pada 1970-an. Galtung mencermati banyaknya jurnalisme perang yang mendasarkan diri pada asumsi yang sama seperti hanya wartawan meliput masalah olahraga. Yang ada cuma fokus tentang “kemenangan penting” dalam sebuah “permainan menang-kalah” antar dua belah pihak. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Johan Galtung kemudian mengusulkan agar jurnalisme damai lebih mengikuti contoh dalam liputan masalah kesehatan. Seorang wartawan kesehatan akan menjelaskan perjuangan yang diderita seorang pasien melawan sel-sel kanker yang perlahan-lahan menggerogoti tubuhnya. Wartawan ini akan menjelaskan kepada pembacanya tentang penyebab terjadinya kanker, termasuk gaya hidupnya, lingkungan sekitarnya, faktor genetik dan lain-lain – dan memberikan gambaran tentang kemungkinan penyembuhan penyakit tersebut dan hal-hal pencegahan yang bisa dilakukan sebelumnya.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Dari embrio Johan Galtung ini berkembang berbagai lembaga dan kegiatan yang mengembangkan jurnalisme perdamaian. Bahkan Universitas Sydney mulai 2002 membuka program master untuk bidang media perdamaian. Di Indonesia, menurut Rusdi Marpaung, direktur eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, jurnalisme perdamaian diperkenalkan melalui diskusi, lokakarya dan penerbitan buku sejak tahun 2000-an setelah banyak konflik lokal bernuansa agama muncul di Poso.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Harus diakui banyak media di Indonesia yang gagap melaporkan peristiwa konflik berbau agama seperti yang terjadi di Maluku sejak 1999. Maklum, konflik massif dan menjatuhkan banyak korban itu baru dialami Indonesia pasca reformasi. Di masa Orde Baru, konflik berbau agama semacam bisa diredam oleh militer di bawah suasana politik otoritarian. Ketika cengkeraman Orde Baru itu lepas, lepas juga konflik horisontal di masyarakat yang selama ini dipendam di bawah tanah.</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Prof. Azyumardi Azra dalam salah satu artikelnya mendorong agar media di Indonesia juga mulai menerapkan jurnalisme perdamaian, sebagai bagian dari upaya meredam konflik di masyarakat. Karena selama ini media, menurut Azyumardi, sering menyiarkan berita konflik dan analisis yang justru menyesatkan. Konflik dan kekerasan &#8211;apalagi yang membawa-bawa agama&#8211; lebih mendapatkan tempat dan prioritas daripada harmoni dan perdamaian, yang mereka pandang sebagai hal biasa yang tidak perlu lagi diberitakan. Sudah waktunya, media massa lebih mempraktikkan “peace journalism”, jurnalisme perdamaian, guna mengurangi konflik dan kekerasan, dan mewujudkan perdamaian. *</span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">*) Artikel Kelik M. Nugroho ini pernah disampaikan dalam seminar jurnalistik damai yang diadakan Senat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta pada 14 November 2007. Secara pribadi, penulis diundang oleh Bambang Widyatmoko, dosen di kampus tersebut. Terima kasih mas Bambang dan panitia. </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">   </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">  </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">  </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">  </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">    </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">       </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;"> </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">  </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">   </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">       </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;"> </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">  </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><font color="#000000"><span style="background:transparent none repeat scroll 0 50%;">    </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=23&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2007/12/13/nyanyi-sunyi-jurnalisme-perdamaian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simpon Muhammadiyah</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2007/12/12/simpon-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2007/12/12/simpon-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 11:57:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[bahan ajar interaktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/2007/12/12/simpon-muhammadiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Simpon1.wordpress.com Blog yang belum punya nama di papan depan ini dikelola Hermawan Lastiyono, ST., guru matematika dan TIK di Muhammadiyah I Surakarta. Apakah namanya Simpon Muhammadiyah? Blog yang mulai dibuka November 2007 ini baru memuat tiga tulisan, tapi sudah diresensi oleh Arah Guru, karena satu alasan strategis. Bahwa salah satu tulisan tersebut memuat pengumuman lomba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=22&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title> 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--> 	<a href="http://simpon1.wordpress.com">Simpon1.wordpress.com</a></p>
<p>Blog yang belum punya nama di papan depan ini dikelola Hermawan Lastiyono, ST., guru matematika dan TIK di Muhammadiyah I Surakarta. Apakah namanya Simpon Muhammadiyah? Blog yang mulai dibuka November 2007 ini baru memuat tiga tulisan, tapi sudah diresensi oleh Arah Guru, karena satu alasan strategis. Bahwa salah satu tulisan tersebut memuat pengumuman lomba pembuatan bahan ajar interaktif berbantukan komputer tingkat SMP/SMK/SMA dan sederajat di Jawa tengah.</p>
<p>Saya berharap pak guru Hermawan mengembangkan blog ini untuk pengembangan bidang pembuatan bahan ajar interaktif berbantukan komputer. Paling tidak dimulai dari laporan hasil lomba tersebut dan menuliskannya di blog untuk kepentingan pendidikan yang lebih luas. Blog pak guru Hermawan ini memiliki potensi untuk dikembangkan, paling tidak dilihat dari penataan menu dalam bar dan halaman. *</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=22&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2007/12/12/simpon-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Piringanhitam Goes Transtv</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2007/11/23/piringanhitam-goes-transtv/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2007/11/23/piringanhitam-goes-transtv/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 09:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sang Dairi]]></category>
		<category><![CDATA[ferdi hasan]]></category>
		<category><![CDATA[kelik]]></category>
		<category><![CDATA[rieke]]></category>
		<category><![CDATA[transtv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/2007/11/23/piringanhitam-goes-transtv/</guid>
		<description><![CDATA[Pengelola blog piringanhitam.blogspot.com Kelik M. Nugroho diundang ke acara talkshow berita Good Morning Transtv pada Kamis, 22 November 2007, jam 08.30. Pihak Good Morning ingin menampilkan profil kolektor piringan hitam dan kaset jadul (jaman dulu). Kepada reporternya mbak Putri, saya mencoba bertanya, mengapa mereka memilih saya, padahal banyak kolektor lain yang memiliki koleksi yang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=21&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="snap_preview">Pengelola blog piringanhitam.blogspot.com Kelik M. Nugroho diundang ke acara talkshow berita Good Morning Transtv pada Kamis, 22 November 2007, jam 08.30. Pihak Good Morning ingin menampilkan profil kolektor piringan hitam dan kaset jadul (jaman dulu). Kepada reporternya mbak Putri, saya mencoba bertanya, mengapa mereka memilih saya, padahal banyak kolektor lain yang memiliki koleksi yang lebih banyak. Mbak Putri menjawab bahwa dia menemukan nama saya dari blog ini, dan satu-satunya blog kolektor yang memasang nomor telepon genggam yang bisa dihubungi hanyalah saya.</p>
<p>Atas undangan itu dan atas kepercayaan produser Good Morning Transtv, saya mengucapkan terima kasih. Saya merasakan ada aura dan semangat positif dari tim Good Morning ini. Bagi saya, undangan itu merupakan bentuk dari apresiasi mereka kepada upaya penghargaan atas karya-karya kreatif — yang dulu dilupakan — yang kini dirawat sebagian para kolektor.</p>
<p>Kepada mbak Rieke Diah Pitaloka dan mas Ferdi Hasan, presenter yang rileks dan hangat, saya juga merasakan aura penghargaan yang sama atas karya-karya seniman lama yang terekam dalam kaset jadul dan piringan hitam. Secara spontan, mas Ferdi menyetel satu lagu dari kaset P. Ramlee dan album Dasa Tembang Tercantik Prambors pertama pada 1977 yang antara lain berisi lagu <span style="font-style:italic;">Lilin-lilin Kecil.</span> Mendengar musik itu untuk pengantar dan ilustrasi acara — yang dilakukan sendiri mas Ferdi Hasan, merupakan kejadian yang tak kan terlupakan.</p>
<p>Selamat dan terima kasih kepada tim Good Morning. Maju terus.</p>
<p>Kelik M. Nugroho<br />
Pengelola blog:<br />
<a href="http://piringanhitam.wordpress.com">piringanhitam.wordpress.com</a><br />
<a href="http://pabrikbunyi.wordpress.com"> pabrikbunyi.wordpress.com</a><br />
arahguru.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=21&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2007/11/23/piringanhitam-goes-transtv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Parjono</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/24/guru-parjono/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/24/guru-parjono/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 05:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/2007/10/24/guru-parjono/</guid>
		<description><![CDATA[Parjono.wordpress.com &#160; Blog bernama MATHEMATICH ini dikelola oleh pak guru Parjono S.Pd, guru bidang studi matematika Sekolah Menengah Kejuruan 3 Jakarta. Blog ini berisi bahan-bahan pengajaran matematika pak guru Parjono untuk murid-muridnya, selain catatan-catatan dan foto-foto pribadi. &#160; Bagi pengunjung yang ingin melihat cara pemanfaatan blog untuk pengajaran materi ajar untuk murid-muridnya di sekolah, blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=19&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--> 	</p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://parjono.wordpress.com">Parjono.wordpress.com</a></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Blog bernama MATHEMATICH ini dikelola oleh pak guru Parjono S.Pd, guru bidang studi matematika Sekolah Menengah Kejuruan 3 Jakarta. Blog ini berisi bahan-bahan pengajaran matematika pak guru Parjono untuk murid-muridnya, selain catatan-catatan dan foto-foto pribadi.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Bagi pengunjung yang ingin melihat cara pemanfaatan blog untuk pengajaran materi ajar untuk murid-muridnya di sekolah, blog ini bisa diintip. Tapi blog ini belum layak dijadikan model. Pak guru Parjono sama sekali tidak memberikan pemandu bagi pengunjung umum masuk ke blognya. Pengkategorian dan pembuatan menunya kurang terstruktur dengan  rapi.  Keterangan blog dalam About saja tidak diisi.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Blog yang dibuat  sejak Januari 2007 ini telah dikunjungi 8.089 orang hingga 24 Oktober 2007. Potensi blog ini, salah satunya, bisa menjadi model pemakaian blog di kalangan para guru sebagai alat bantu pengajaran materi ajar bagi murid. *</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=19&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/24/guru-parjono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Isrona</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/23/guru-isrona/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/23/guru-isrona/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 09:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/2007/10/23/guru-isrona/</guid>
		<description><![CDATA[isrona.wordpress.com &#160; Blog ini diberi nama “Creating the Future!” yang bersemboyan: “Masa depan ada karena kita ada di saat ini!”. Pengelola blog ini tak menunjukkan identitasnya dalam menu About. Berdasarkan alamat domain, namanya diduga Drs. M. Achmad Isrona, guru SMA XI, tak jelas kotanya. Perlukah identitas ini? Tentu saja. Guru yang serius ingin membuat blog [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=18&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a href="http://isrona.wordpress.com">isrona.wordpress.com</a></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Blog ini diberi nama “Creating the Future!” yang bersemboyan: “Masa depan ada karena kita ada di saat ini!”. Pengelola blog ini tak menunjukkan identitasnya dalam menu About. Berdasarkan alamat domain, namanya diduga Drs. M. Achmad Isrona, guru SMA XI, tak jelas kotanya. Perlukah identitas ini? Tentu saja. Guru yang serius ingin membuat blog yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan dengan pembaca umum, selayaknya menunjukkan identitas yang jelas dengan sedikit latar yang berkaitan dengan kompetensinya.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Isi pokok blog ini tulisan-tulisan tentang pendidikan secara umum. Menu blog dikategorikan dalam General, Pendidikan, Pusat Belajar Guru, Sehat itu asyik, Slide, Theme PBM, dan Uncategorized. Tulisan-tulisan yang dimuat berupa opini spontan dan ringan, misalnya opini berjudul Pekakah Kita. Sayangnya banyak tulisan yang diambil dari tulisan orang dan sumber lain.</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;">Salah satu yang menarik, blog ini menampilkan pelajaran sejarah Kerajaan Kutai melalui slide dengan peranti lunak Online Slide Share (www.slideshare.net). Ini berpotensi untuk dikembangkan. Blog yang dibuka sejak Februari 2007 ini tak jelas dikunjungi berapa orang hingga kini, karena blog tak disertai menu Hits. Perbaruan (<em>up date</em>) tulisan juga kurang terjaga. Juni, Juli dan Oktober 2007 tak diperbarui. Ayo pak guru Isrona, perbaiki blog Anda dan bergabunglah dengan para guru blogger yang serius. *</p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=18&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/23/guru-isrona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Urip dari Kalteng</title>
		<link>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/22/guru-umar-kalteng/</link>
		<comments>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/22/guru-umar-kalteng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 10:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kelik M Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arahguru.wordpress.com/2007/10/22/guru-umar-kalteng/</guid>
		<description><![CDATA[urip.wordpress.com Blog ini diberi nama Helgeduelbek, yang bersemboyan “Guru kimia bicara tentang pendidikan, pengajaran, ihwal guru, komputer dan perblogan”. Isi blog ini kaya bidang seperti bisa dibaca dari semboyannya. Silakan para guru mengunjungi blog ini. Dijamin beruntung dan bertambah ilmu. Blog ini dikelola oleh pak guru Urip, seorang laki-laki kelahiran Mojokerto pada 25 Juni 1972. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=17&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><title></title> 	 	 	 	 	 	 	 	<!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	--> 	<a href="http://urip.wordpress.com">urip.wordpress.com</a></p>
<p>Blog ini diberi nama Helgeduelbek, yang bersemboyan “Guru kimia bicara tentang pendidikan, pengajaran, ihwal guru, komputer dan perblogan”. Isi blog ini kaya bidang seperti bisa dibaca dari semboyannya. Silakan para guru mengunjungi blog ini. Dijamin beruntung dan bertambah ilmu.</p>
<p>Blog ini dikelola oleh pak guru Urip, seorang laki-laki kelahiran Mojokerto pada 25 Juni 1972. Latar belakang pendidikannya; Program Studi Pendidikan Kimia di Universitas Palangkaraya, dan sempat juga belajar di PPS Universitas Negeri Yogyakarta (Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan). Tak jelas dia mengajar di sekolah apa, tapi dia berdomisili di Kalimantan tengah dan mengajar mata pelajaran kimia.</p>
<p>Blog ini dilengkapi menu “advance” seperti Tulisan Terbaru, Komentar, Kategori (berpilihan tersembunyi), Arsip, Data Hits, Links bertuliskan Blog Guru, Diskusi, Links situs kimia, Links pendidikan, Links Variasi, Artikel Pembelajaran Diri (bonus), Tulisan di Panduan WordPress. Menu kategorinya antara lain &#8212; yang berkait dengan pendidikan &#8212; Pendidikan (93 tulisan), Belajar (60 tulisan), Mengajar (35 tulisan), Pelajaran Kimia (12 tulisan), Pengajaran Kimia (22 tulisan), dan Pengajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.</p>
<p>Untuk blog yang sudah berisi ratusan tulisan seperti ini sebaiknya diberi peta isi yang komprehensif, sehingga pengunjung bisa memperoleh kebutuhan informasinya secara efisien. Untuk kepentingan memajukan pendidikan, blog ini sangat memberikan kontribusi untuk itu. Pak guru Urip memang serius betul mengembangkan blog ini, sampai-sampai dia mempelopori pembentukan Jaringan Blog Guru – hal yang mestinya dilakukan portal Departemen Pendidikan Nasional.</p>
<p>Blog yang dibuat pada Agustus 2006 ini hingga 22 Oktober 2007 telah diklik 750.479 orang. Kritik untuk blog ini, bahwa pengelolanya (pak guru Urip, ah mengapa namanya tak disebutkan lengkap dan kok memakai nama blog Helgeduelbek ya?) belum memperhatikan aspek kenyamanan &#8212; khususnya menyangkut pemilihan tipografi dan warna, dan aspek efisiensi keterbacaan. *</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arahguru.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arahguru.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arahguru.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arahguru.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arahguru.wordpress.com&amp;blog=1775607&amp;post=17&amp;subd=arahguru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arahguru.wordpress.com/2007/10/22/guru-umar-kalteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22e98a4ad19d3229cb52bd59831b422d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pabrikbunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
