Perubahan Melalui Membaca
Perubahan Melalui Membaca
Oleh: Kelik M. Nugroho, wartawan Tempo
Sumber: Koran Tempo, 16 Januari 2010
Change with Reading (CwR). Itulah tema serangkaian acara untuk menularkan budaya baca yang digelar di Rumah Dunia, Serang, organisasi non-pemerintah untuk pendidikan informal yang didirikan oleh pengarang Gola Gong, pada 9 Januari 2010. Bertujuan menyadarkan masyarakat akan betapa pentingnya membaca, acara itu diisi antara lain dengan pemilihan Duta CwR dari kalangan pelajar SMA se-Provinsi Banten, dan diskusi tentang budaya baca bersama pembicara antara lain Ella Yulaelawati MA, PhD (Direktur Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional) dan Endang Eko Koswara (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten).
Change with Reading, yang berarti perubahan melalui membaca, adalah tema yang memiliki pesan mendalam tentang pengaruh penting membaca untuk transformasi nilai, salah satunya dalam bentuk perubahan. Perubahan bisa berarti positif atau negatif. Dan tentu, dalam hal penularan virus budaya baca, pengertian perubahan itu adalah perubahan yang positif. Peristiwa pendidikan di Rumah Dunia ini, meskipun hanya diikuti sekitar 100 siswa SMA, tetaplah layak diapresiasi. Di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang budaya bacanya relatif masih rendah, segala upaya untuk mendongkrak budaya baca tentulah bernilai.
Budaya baca ini penting untuk ditekankan karena membaca merupakan salah satu pintu menuju perubahan dan pemberdayaan diri. Adapun kegiatan membaca, yang bisa ikut berperan dalam perubahan sosial, tak membedakan status sosial-ekonomi masyarakat. Sebuah studi yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation and Development, OECD) melalui program yang disebut Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2006 menunjukkan bahwa remaja dari berbagai kalangan-termasuk dari latar belakang yang paling kurang mampu- dapat lebih cemerlang dari teman-teman sebaya mereka yang lebih kaya jika mereka secara teratur membaca buku-buku, surat kabar, dan komik di luar sekolah. Juga menurut laporan studi “Membaca untuk Perubahan “pada 2007, ditemukan secara signifikan bahwa mendorong membaca untuk kesenangan bisa menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mewujudkan perubahan sosial.
Temuan lain mengungkapkan bahwa siswa yang sangat terlibat dalam membaca terbukti secara signifikan dapat mencapai nilai di atas skor rata-rata internasional, terlepas dari apa pun latar belakang keluarga mereka. Hal ini membuktikan bahwa walaupun latar belakang sosio-ekonomi sangat berperan, bukan berarti dapat menjadi faktor dominan dalam memprediksi keterlibatan membaca bahan bacaan yang beragam. Penelitian juga menemukan bahwa ketersediaan bahan bacaan di rumah sangat berperan dalam mengembangkan kemampuan membaca anak. Anak yang memiliki akses ke sejumlah besar buku cenderung lebih tertarik untuk membaca secara meluas.
Sayangnya, studi OECD-PISA pada 2006 menunjukkan bahwa kemampuan membaca anak-anak Indonesia-mencapai skor 392- masih jauh di bawah kemampuan rata-rata negara-negara OECD, yang mencapai skor 492. Laporan menyangkut budaya baca masyarakat Indonesia ini hanyalah rangkaian riset kesekian yang masih menunjukkan bahwa budaya baca masyarakat Indonesia masih lemah. Karena itu, dalam hal kemampuan membaca ini, Indonesia harus melongok ke negara-negara lain yang mencapai skor tinggi. Siapa mereka? Skor tertinggi dipegang oleh Korea (556). Berikutnya adalah Finlandia (547), Hong Kong-Cina (536), Kanada (520), dan Selandia Baru (530).
Mengapa minat baca masyarakat di Indonesia dinilai masih rendah? Hari Karyono, dosen pascasarjana Universitas PGRI Adibuana Surabaya, yang pernah melakukan studi dalam hal ini, mengungkapkan sejumlah faktor (sumber libra-ry.um.ac.id, Oktober 2007). Antara lain, masih rendahnya kemahiran membaca siswa di sekolah. Hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional menunjukkan kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan. Sekitar 37,6 persen hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya, dan 24,8 persen hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan (Kompas, 2 Juli 2003).
Faktor lain, sistem pembelajaran di Indonesia belum membuat anak-anak/siswa/mahasiswa harus membaca buku (lebih banyak lebih baik), mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan, serta mengapresiasi karya-karya ilmiah, filsafat, sastra, dan lain sebagainya. Hal ini karena sistem pendidikan kita mengarah ke ujian akhir. Semua pelajaran ditujukan untuk menyiapkan siswa menghadapi ujian akhir. Alhasil, sedikit sekali rangsangan untuk membaca buku tambahan.
Faktor budaya juga berpengaruh. Budaya baca memang belum pernah diwariskan nenek moyang kita. Kita terbiasa mendengar dan belajar berbagai dongeng, kisah, dan adat-istiadat secara verbal yang di kemukakan orang tua. Anak-anak didongengi secara lisan. Tidak ada pembelajaran (sosialisasi) secara tertulis. Jadi, sebagian masyarakat Indonesia tidak terbiasa mencapai pengetahuan melalui bacaan.
Faktor lain, kurangnya sarana untuk memperoleh bacaan, seperti perpustakaan atau taman bacaan. Hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat yang masih rendah. Minimnya koleksi buku di perpustakaan, serta kondisi perpustakaan yang tidak memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca pengunjung yang memanfaatkan jasa perpustakaan, juga menjadi faktor.
Yang perlu digarisbawahi, Hari Karyono menyebutkan bahwa faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat adalah belum adanya lembaga atau institusi yang secara formal khusus menangani minat baca. Program menumbuhkan minat baca hanya dilakukan secara sporadis oleh LSM, organisasi pencinta buku, organisasi penerbit, dan lain sebagainya, yang tidak terkoordinasi. Sehingga, walaupun potensi sumber daya manusianya ada, mereka belum menjadi kekuatan yang secara sinergis menjadi instrumen yang efektif untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia.
Kritik untuk pemerintah ini perlu didengarkan. Secara perundang-undangan, dorongan pemerintah untuk meningkatkan budaya baca sudah cukup memadai. Namun kritik Hari Karyono itu semoga segera menjadi masa lalu. Sebab, Direktorat Pendidikan Masyarakat sekarang ini melakukan berbagai gebrakan untuk mendongkrak budaya baca masyarakat, antara lain melalui upaya penerbitan Koran Ibu- program yang inovatif-yang bertujuan menjaga keberlanjutan kemampuan baca para aksarawan baru. Upaya lain, melalui pemberian penghargaan bagi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Taman Bacaan Masyarakat yang kreatif. Belakangan bahkan Taman Bacaan Masyarakat itu diharapkan tak hanya kreatif, tapi juga rekreatif alias mampu membuat masyarakat “bergairah hidup dan membaca”. Buku Panduan TBM kreatif pun telah diluncurkan. Persoalannya, semua program yang inovatif itu juga membutuhkan dukungan dan pengawasan masyarakat. Di sinilah sinergi antar-masyarakat, baik secara individu maupun organisasi semacam Rumah Dunia, perlu terus dikembangkan. *
Q&A Blog untuk Guru
Apa pengertian blog?
Blog (dari web log) adalah sebuah website di mana masukan (entries) ditulis dalam bentuk kronologis dan umumnya tertayang di layar berurutan secara terbalik. Blog menyajikan komentar atau berita tentang subyek khusus seperti makanan, politik, atau peristiwa lokal; beberapa fungsinya lebih sebagai buku harian online. Umumnya blog merupakan kombinasi antara teks, gambar, juga video, dan bertaut dengan blog lain, situs, lain atau media lain yang topiknya terkait. Kemampuannya untuk menampung komentar dari pembaca dalam bentuk interaktif menjadi bagian penting dari banyak blog.
Keunggulan blog?
Publishable (langsung bisa tayang, tanpa sensor), findable (mudah ditemukan), social network (membuat jaringan sosial), viral (menyebar seperti getok tular tradisional), syndicatable (bisa dikelompokkan), linkable (bisa tersambung ke blog dan situs lain).
Bagaimana mencari penyedia layanan pembuatan blog?
Ada sejumlah penyedia layanan pembuatan blog (disebut blog hosting service) di internet. Mereka antara lain blogger.com, wordpress.com, dan sekarang ada yang dari Indonesia, yaitu dagdigdug.com. Mereka menyediakan software yang siap pakai dan gratis. Cara mengunduhnya pun hanya memerlukan tiga langkah. Yang penting anda memiliki alamat email.
Mengapa guru perlu membuat blog?
Senyampang membuat blog itu gratis dan gampang, maka blog adalah anugerah yang harus disyukuri manusia. Rasa syukur itu bisa diekspresikan dengan cara memanfaatkannya untuk kepentingan sosial. Guru yang membuat blog berarti telah menjadikan dirinya mahluk sosial yang lebih berarti. Bayangkan, misalnya seorang guru sejarah selama setahun mengajar untuk 50 anak. Dengan membuat blog, guru yang meletakkan naskah pelajaran sejarahnya di blog, pelajarannya akan dibaca oleh 3600 orang, bila diandaikan blognya dikunjungi 10 orang setiap harinya selama 360 hari. Artinya, secara kuantitas, ilmu blogger guru sejarah itu berarti untuk orang 72 kali lebih banyak dibandingkan bila ilmunya hanya diajarkan di ruang kelas saja.
Secara kualitatif, pengajaran melalui blog bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Mengapa? Karena blog ini peranti canggih yang dilengkapi dengan mesin pencari (search engine), mesin penghubung (linkable), dan peranti lunak untuk menampilkan gambar dan video, dan lain-lain. Guru yang mengajarkan pelajaran agama Islam, misalnya bisa menampilkan satu naskah pendek tentang sejarah Nabi Muhammad yang disambungkan ke entries-entries penting dari Wikipedia. Misalnya, menyebut Mekkah, lalu disambungkan ke entries Mekkah di Wikipedia. Dan lain sebagainya. Pendek kata, mengajar yang dilengkapi dengan blog guru akan lebih efektif, efisien, dan menghibur.
Persiapan sebelum membuat blog?
Secara teknis, Anda hanya memerlukan sebuah alamat email. Kalau belum punya, silakan anda bikin ke Yahoo.com atau Google.Com. Anda hanya harus mengisi formulir berisi pertanyaan data pribadi anda. Semuanya gratis.
Persiapan materinya, ya cukup materi pelajaran yang selama ini Anda geluti dan kuasai saja. Dengan kerangka “blogging mindset”, kita insya Allah akan mengarah dengan sendirinya untuk mendesain isi blog agar semakin hari semakin cerdas.
Tema blog yang bisa ditulis?
Sebetulnya tema blog yang bisa ditulis bisa bebas sekali. Cuma untuk kepentingan efektivitas pengajaran, tentu tema yang sebaiknya dipilih oleh guru sesuai dengan bidang kompetensi masing-masing. Yang harus dipegang teguh dalam hal ini adalah tujuan membuat blog untuk pengajaran, yaitu agar proses transformasi pengetahuan dan nilai berlangsung secara efektif, efisien dan menyehatkan.
Keuntungan memiliki blog guru?
1. Meningkatkan kompetensi. Dengan mengelola blog, guru secara tidak langsung dituntut untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidangnya. Malu dong kalau muncul di layar internet yang bisa dibaca orang seluruh dunia eh kelihatan de bodornya.
2. Aktualisasi diri. Dengan mengelola blog, secara psikologis guru terpenuhi salah satu kebutuhan psikologisnya, yaitu aktualisasi diri. Ada perasaan diakui orang lain dengan banyaknya kunjungan dan komentar di blog.
3. Panggung sosial. Ini untuk tak mengatakan bahwa dengan membuat blog, otomatis nama seseorang akan lebih dikenal lebih luas dan lebih populer.
4. Pendapatan tambahan. Banyak blog yang sekarang ini dikabarkan mampu menghasilkan uang dari para pemasang iklan.
5. Transformasi ilmu. Tentu yang diuntungkan adalah para murid yang ingin menguasai ilmu secara lebih efektif, efisien dan menyehatkan.
Sekilas Arah Guru?
Blog Arah Guru dikelola secara pribadi oleh Kelik M. Nugroho, seorang jurnalis di Jakarta, sejak September 2007. Blog ini berisi resensi blog guru, dan bonus artikel. Blog guru yang dipilih disyaratkan paling tidak diperbarui setiap bulan. Jumlah posting: 13 resensi, 2 bonus artikel, 2 catatan harian, 26 komentar. Rata-rata pengunjung berkomentar positif. Blog ini hingga 10 Maret 2008 diklik 1590 kali. *
Ustad Hidayat NW, Maafkanlah
Selasa, 22 Januari 2008, saya menyaksikan berita di televisi bahwa isteri ustad Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR, meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Saya ikut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhumah. Semoga Allah menyambutnya dengan senyum di surga.
Sebagai orang yang pernah mengenal dari dekat ustad Hidayat, karena dulu beliau senior saya di Gontor, saya merasa terlibat secara emosional. Namun jarak waktu dan rezeki, belum mempertemukan saya dengan ustad Hidayat. Setelah magrib hari itu, saya tergerak untuk melakukan salat gaib berjamah dengan isteri dan anak saya di rumah. Kami mendoakan dari rumah ustad. Maafkanlah…, semoga dalam waktu dekat saya bisa bersilaturahmi dengan antum.
Wassalam,
Kelik M. Nugroho
Nyanyi Sunyi Jurnalisme Perdamaian
Media massa di Indonesia pasca reformasi memasuki tahapan baru sebagai pers bebas, salah satu prasyarat untuk menjadi media yang profesional. Media massa di masa Orde Baru mengalami kendala untuk mewujudkan diri sebagai media yang profesional, karena salah satu syarat dasarnya belum terpenuhi, yaitu kebebasan untuk memperoleh informasi dan mewartakannya. Baca selebihnya »
Simpon Muhammadiyah
Blog yang belum punya nama di papan depan ini dikelola Hermawan Lastiyono, ST., guru matematika dan TIK di Muhammadiyah I Surakarta. Apakah namanya Simpon Muhammadiyah? Blog yang mulai dibuka November 2007 ini baru memuat tiga tulisan, tapi sudah diresensi oleh Arah Guru, karena satu alasan strategis. Bahwa salah satu tulisan tersebut memuat pengumuman lomba pembuatan bahan ajar interaktif berbantukan komputer tingkat SMP/SMK/SMA dan sederajat di Jawa tengah.
Saya berharap pak guru Hermawan mengembangkan blog ini untuk pengembangan bidang pembuatan bahan ajar interaktif berbantukan komputer. Paling tidak dimulai dari laporan hasil lomba tersebut dan menuliskannya di blog untuk kepentingan pendidikan yang lebih luas. Blog pak guru Hermawan ini memiliki potensi untuk dikembangkan, paling tidak dilihat dari penataan menu dalam bar dan halaman. *
Piringanhitam Goes Transtv
Pengelola blog piringanhitam.blogspot.com Kelik M. Nugroho diundang ke acara talkshow berita Good Morning Transtv pada Kamis, 22 November 2007, jam 08.30. Pihak Good Morning ingin menampilkan profil kolektor piringan hitam dan kaset jadul (jaman dulu). Kepada reporternya mbak Putri, saya mencoba bertanya, mengapa mereka memilih saya, padahal banyak kolektor lain yang memiliki koleksi yang lebih banyak. Mbak Putri menjawab bahwa dia menemukan nama saya dari blog ini, dan satu-satunya blog kolektor yang memasang nomor telepon genggam yang bisa dihubungi hanyalah saya.
Atas undangan itu dan atas kepercayaan produser Good Morning Transtv, saya mengucapkan terima kasih. Saya merasakan ada aura dan semangat positif dari tim Good Morning ini. Bagi saya, undangan itu merupakan bentuk dari apresiasi mereka kepada upaya penghargaan atas karya-karya kreatif — yang dulu dilupakan — yang kini dirawat sebagian para kolektor.
Kepada mbak Rieke Diah Pitaloka dan mas Ferdi Hasan, presenter yang rileks dan hangat, saya juga merasakan aura penghargaan yang sama atas karya-karya seniman lama yang terekam dalam kaset jadul dan piringan hitam. Secara spontan, mas Ferdi menyetel satu lagu dari kaset P. Ramlee dan album Dasa Tembang Tercantik Prambors pertama pada 1977 yang antara lain berisi lagu Lilin-lilin Kecil. Mendengar musik itu untuk pengantar dan ilustrasi acara — yang dilakukan sendiri mas Ferdi Hasan, merupakan kejadian yang tak kan terlupakan.
Selamat dan terima kasih kepada tim Good Morning. Maju terus.
Kelik M. Nugroho
Pengelola blog:
piringanhitam.wordpress.com
pabrikbunyi.wordpress.com
arahguru.wordpress.com
Guru Parjono
Blog bernama MATHEMATICH ini dikelola oleh pak guru Parjono S.Pd, guru bidang studi matematika Sekolah Menengah Kejuruan 3 Jakarta. Blog ini berisi bahan-bahan pengajaran matematika pak guru Parjono untuk murid-muridnya, selain catatan-catatan dan foto-foto pribadi.
Bagi pengunjung yang ingin melihat cara pemanfaatan blog untuk pengajaran materi ajar untuk murid-muridnya di sekolah, blog ini bisa diintip. Tapi blog ini belum layak dijadikan model. Pak guru Parjono sama sekali tidak memberikan pemandu bagi pengunjung umum masuk ke blognya. Pengkategorian dan pembuatan menunya kurang terstruktur dengan rapi. Keterangan blog dalam About saja tidak diisi.
Blog yang dibuat sejak Januari 2007 ini telah dikunjungi 8.089 orang hingga 24 Oktober 2007. Potensi blog ini, salah satunya, bisa menjadi model pemakaian blog di kalangan para guru sebagai alat bantu pengajaran materi ajar bagi murid. *
Guru Isrona
Blog ini diberi nama “Creating the Future!” yang bersemboyan: “Masa depan ada karena kita ada di saat ini!”. Pengelola blog ini tak menunjukkan identitasnya dalam menu About. Berdasarkan alamat domain, namanya diduga Drs. M. Achmad Isrona, guru SMA XI, tak jelas kotanya. Perlukah identitas ini? Tentu saja. Guru yang serius ingin membuat blog yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan dengan pembaca umum, selayaknya menunjukkan identitas yang jelas dengan sedikit latar yang berkaitan dengan kompetensinya.
Isi pokok blog ini tulisan-tulisan tentang pendidikan secara umum. Menu blog dikategorikan dalam General, Pendidikan, Pusat Belajar Guru, Sehat itu asyik, Slide, Theme PBM, dan Uncategorized. Tulisan-tulisan yang dimuat berupa opini spontan dan ringan, misalnya opini berjudul Pekakah Kita. Sayangnya banyak tulisan yang diambil dari tulisan orang dan sumber lain.
Salah satu yang menarik, blog ini menampilkan pelajaran sejarah Kerajaan Kutai melalui slide dengan peranti lunak Online Slide Share (www.slideshare.net). Ini berpotensi untuk dikembangkan. Blog yang dibuka sejak Februari 2007 ini tak jelas dikunjungi berapa orang hingga kini, karena blog tak disertai menu Hits. Perbaruan (up date) tulisan juga kurang terjaga. Juni, Juli dan Oktober 2007 tak diperbarui. Ayo pak guru Isrona, perbaiki blog Anda dan bergabunglah dengan para guru blogger yang serius. *
Guru Urip dari Kalteng
Blog ini diberi nama Helgeduelbek, yang bersemboyan “Guru kimia bicara tentang pendidikan, pengajaran, ihwal guru, komputer dan perblogan”. Isi blog ini kaya bidang seperti bisa dibaca dari semboyannya. Silakan para guru mengunjungi blog ini. Dijamin beruntung dan bertambah ilmu.
Blog ini dikelola oleh pak guru Urip, seorang laki-laki kelahiran Mojokerto pada 25 Juni 1972. Latar belakang pendidikannya; Program Studi Pendidikan Kimia di Universitas Palangkaraya, dan sempat juga belajar di PPS Universitas Negeri Yogyakarta (Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan). Tak jelas dia mengajar di sekolah apa, tapi dia berdomisili di Kalimantan tengah dan mengajar mata pelajaran kimia.
Blog ini dilengkapi menu “advance” seperti Tulisan Terbaru, Komentar, Kategori (berpilihan tersembunyi), Arsip, Data Hits, Links bertuliskan Blog Guru, Diskusi, Links situs kimia, Links pendidikan, Links Variasi, Artikel Pembelajaran Diri (bonus), Tulisan di Panduan WordPress. Menu kategorinya antara lain — yang berkait dengan pendidikan — Pendidikan (93 tulisan), Belajar (60 tulisan), Mengajar (35 tulisan), Pelajaran Kimia (12 tulisan), Pengajaran Kimia (22 tulisan), dan Pengajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Untuk blog yang sudah berisi ratusan tulisan seperti ini sebaiknya diberi peta isi yang komprehensif, sehingga pengunjung bisa memperoleh kebutuhan informasinya secara efisien. Untuk kepentingan memajukan pendidikan, blog ini sangat memberikan kontribusi untuk itu. Pak guru Urip memang serius betul mengembangkan blog ini, sampai-sampai dia mempelopori pembentukan Jaringan Blog Guru – hal yang mestinya dilakukan portal Departemen Pendidikan Nasional.
Blog yang dibuat pada Agustus 2006 ini hingga 22 Oktober 2007 telah diklik 750.479 orang. Kritik untuk blog ini, bahwa pengelolanya (pak guru Urip, ah mengapa namanya tak disebutkan lengkap dan kok memakai nama blog Helgeduelbek ya?) belum memperhatikan aspek kenyamanan — khususnya menyangkut pemilihan tipografi dan warna, dan aspek efisiensi keterbacaan. *
Guru Sawali
Nama blog ini Jalur Lurus, yang bersemboyan, “Jadikan hari esok lebih baik”. Blog ini menarik dan penting, karena isinya benar-benar seperti toko minimarket ala Circle K — apa saja ada, walau pun tokonya kecil. Blog ini dikelola Sawali Tuhusetya, 43 tahun, guru SMP 2 Pegandon, Kendal Jawa tengah. Selain mengajar, pak guru Sawali adalah penulis cerpen, artikel, dan esai sastra. Karya alumnus jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Semarang ini pernah dimuat di harian Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Republika, Suara Merdeka dan Wawasan. Ia juga melanjutkan studi di Pascasarjana Universitas Negeri Semarang dan kini menjadi Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP/MTs Kabupaten Kendal.
Isinya dikategorikan ke 19 bidang, antara lain — yang berkaitan dengan pendidikan — artikel, opini, bahasa, pendidikan, refleksi, sosial. Saya belum membaca keseluruhan isi artikelnya. Salah satu artikel yang saya baca berjudul Mengapa Pamor Guru Meredup. Artikel ini mengupas beberapa faktor penyebab meredupnya pamor guru, lalu menyajikan gagasan agenda untuk memecahkan masalah tersebut.
Secara teknis perblogan, blog ini terdesain dan berfasilitas “advance”. Jumlah pengunjung sejak mulai dibuat (11 Juli 1007) sebanyak 20.057 orang. Perkembangannya memang pesat dan pak guru Sawali benar-benar produktif. Pak guru Sawali tentu boleh-boleh saja membuat blog ala minimarket ini, tapi sebaiknya dia juga membuat blog yang dikhususkan untuk memajukan pendidikan di Indonesia. *
Komentar (1)